Rasa yang semu
Rasa yang semu...
Semua itu berawal dari pertemuan..
Pertemuan tanpa sengaja...
Pertemuan yang membuatku merasa aneh ketika melihatnya..
Entah apa yang ku rasa
Namun, setiap aku melihatnya ada getaran yang membuatku merasakan hal yang berbeda..
Mungkin rasa kagum, atau rasa apalah..
Aku tak mau terlalu ambil pusing dengan apa yang aku rasa saat ini...
Waktupun bergulir...
Perlahan aku mulai mengenal dia..
Ya sosok yang selama ini mulai aku perhatikan...
Ternyata dia sosok yang baik,penuh perhatian dan menurut ku dia genius,tapi terlalu banyak hal yang belum bisa aku baca dari nya...
Hari demi hari pun berlalu,
Rasa kagum ku pun semakin lama, semakin bertambah kepadanya..
Akupun mulai lupa, bahwa hal yang aku lakukan itu salah besar...
Aku terlalu mengangguminya...
Saat ketika ia menatapku, aku hanya bisa merasakan sesuatu yang aneh...
Tatapan,
Senyumanya,
Ahg, rasanya ....
Namun, aku kembali tersadar...
Aku mulai bertanya pada diriku...
Salah, jika aku mulai memiliki rasa kepadanya?
Salah jika aku berharap menjadi bagian terpenting untuknya?
Bukankah cinta itu fitrah, dan pasti semua orang sudah pernah merasakan hal itu...
Termasuk aku yang mulai merasakan hati merah jambu itu...
Aku merasakannya lagi...
Ahg rasa apa ini...
Membuatku tidak bisa melupakannya...
perhatian yang selalu ia berikan lebih terhadapku..
Ketika ia khawatir akan keadaanku..
Dan masih banyak hal yang aku rasa...
Detak jantung yang tak normal ketika melihatnya, banyak hal yang tak fokus dilakukan ketika ada dia, dan merasa cemburu ketika ia dekat dengan yang lain...
Cemburu?
Benarkah aku merasakan rasa cemburu? Dan berhak kah aku untuk cemburu?
Siapa aku?
Banyak yang lebih baik diriku..
Banyak mengharapkannya, tak hanya aku..
Harusnya aku berkaca, kamu tak mungkin suka denganku..
Kita terlalu jauh berbeda dan terlalu sulit untuk disatukan...
Dan ketika itu, ada satu hal yang membuatku sadar..
Bahwa kamu bukan untukku...
Aku merasa ada sesuatu yang membuat hatiku merasa nyeri...
Saat aku tahu kenyataan bahwa kamu sudah memiliki dia ..
Ya, dia...
Saat itu aku mulai sadar, siapa aku...
Aku mulai sadar dengan semuanya, bahwa kamu hanya menganggap ku sebatas orang yang menurutmu lebih pantas sebagai adik...
Semua itu berawal dari pertemuan..
Pertemuan tanpa sengaja...
Pertemuan yang membuatku merasa aneh ketika melihatnya..
Entah apa yang ku rasa
Namun, setiap aku melihatnya ada getaran yang membuatku merasakan hal yang berbeda..
Mungkin rasa kagum, atau rasa apalah..
Aku tak mau terlalu ambil pusing dengan apa yang aku rasa saat ini...
Waktupun bergulir...
Perlahan aku mulai mengenal dia..
Ya sosok yang selama ini mulai aku perhatikan...
Ternyata dia sosok yang baik,penuh perhatian dan menurut ku dia genius,tapi terlalu banyak hal yang belum bisa aku baca dari nya...
Hari demi hari pun berlalu,
Rasa kagum ku pun semakin lama, semakin bertambah kepadanya..
Akupun mulai lupa, bahwa hal yang aku lakukan itu salah besar...
Aku terlalu mengangguminya...
Saat ketika ia menatapku, aku hanya bisa merasakan sesuatu yang aneh...
Tatapan,
Senyumanya,
Ahg, rasanya ....
Namun, aku kembali tersadar...
Aku mulai bertanya pada diriku...
Salah, jika aku mulai memiliki rasa kepadanya?
Salah jika aku berharap menjadi bagian terpenting untuknya?
Bukankah cinta itu fitrah, dan pasti semua orang sudah pernah merasakan hal itu...
Termasuk aku yang mulai merasakan hati merah jambu itu...
Aku merasakannya lagi...
Ahg rasa apa ini...
Membuatku tidak bisa melupakannya...
perhatian yang selalu ia berikan lebih terhadapku..
Ketika ia khawatir akan keadaanku..
Dan masih banyak hal yang aku rasa...
Detak jantung yang tak normal ketika melihatnya, banyak hal yang tak fokus dilakukan ketika ada dia, dan merasa cemburu ketika ia dekat dengan yang lain...
Cemburu?
Benarkah aku merasakan rasa cemburu? Dan berhak kah aku untuk cemburu?
Siapa aku?
Banyak yang lebih baik diriku..
Banyak mengharapkannya, tak hanya aku..
Harusnya aku berkaca, kamu tak mungkin suka denganku..
Kita terlalu jauh berbeda dan terlalu sulit untuk disatukan...
Dan ketika itu, ada satu hal yang membuatku sadar..
Bahwa kamu bukan untukku...
Aku merasa ada sesuatu yang membuat hatiku merasa nyeri...
Saat aku tahu kenyataan bahwa kamu sudah memiliki dia ..
Ya, dia...
Saat itu aku mulai sadar, siapa aku...
Aku mulai sadar dengan semuanya, bahwa kamu hanya menganggap ku sebatas orang yang menurutmu lebih pantas sebagai adik...
Komentar
Posting Komentar